Menurutnya, eksplorasi tambang batubara yang dilakukan PTBA seringkali malah dijadikan modal proyek Pemda dengan menggunakan laporan eksplorasi PTBA untuk menjual izin tambang ke pihak lain.
"PTBA sudah melakukan eksplorasi untuk mengetahui apakah lahan ini bisa dikerjakan atau tidak itu dilakukan penelitian dan itu mengeluarkan uang puluhan miliar. Nah setelah PTBA tahu ini kandungannya berapa, di situ kandungannya berapa, di sana berapa itukan harus melapor kepada pemda. Laporan ini ternyata justru dimanfaatkan oleh pejabat pemda. Itu di sana ada batubara, di sana ada batubara dan dikeluarkan izinnya, kan jahat banget," kata Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, banyaknya masalah lahan tambang yang dialami oleh PTBA membuat pemerintah menunjuk mantan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar sebagai Komisaris Utama yang baru.
Patrialis dipilih untuk mencegah terjadinya kembali tumpang tindih lahan tambang perusahaan plat merah itu. Tugas Patrialis sebagai Komisaris Utama PTBA nanti juga harus mengingatkan semua pihak-pihak terkait untuk tidak menggarap batubara di lahan milik PTBA itu. Memang tambang tersebut belum dikerjakan untuk pihak lain, tapi izinnya oleh dikeluarkan Pemda.
(dnl/ang)











































