Aksi ini dilakukan sehingga produk asli Indonesia seperti makanan, minuman, serta produk furnitur bisa mendunia dan dikenal oleh masyarakat asing.
"Kita punya kuliner nasi goreng, rendang, kopi luwak, bakmi, saya ingin Garuda dan HI bisa mempromosikan. Jadi harus (produk) lokal, misalnya coklat diganti manisan. Semuanya kita harapkan diambil dalam negeri, seperti furniture, piring, dan lain-lainl. Karena itu sangat terkait, satu berkembang nanti yang lain berkembang," jelasnya usai Seminar Pariwisata di Hotel Grand Sahid Jakarta, Senin (5/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita refleksi tahun 2009 ke 2008, rupanya tidak terjadi penurunan. Harapan kita kurang lebih sama dengan tahun ini dari 7,7 juta ke 8 juta untuk tahun depan, sedikit memang tapi masih ada pertumbuhan. Kita perkirakan wisman yang melambat Eropa dan Jepang, Amerika stabil, Australia meningkat, dan kawasan Asia. Emmerging market, Rusia, Middle East yang double digit jadi ke negara itu targetnya, India pertumbuhannya melambat," jelas Mari.
(nia/dnl)










































