"Masalah kabinet saat ini adalah delivery (perealisasian). Kita punya banyak konsep, tapi nggak ada yang jadi kenyataan. Negara butuh orang-orang yang bisa merealisasikan konsep, orang yang lebih do it," kata Chairul di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (5/12/2011).
Pemilik CT Corp ini mengatakan, banyak ide memajukan sektor pariwisata di Indonesia, namun sampai saat ini pariwisata belum menjadi salah satu sektor inti yang menopang perekonomian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pariwisata akan menjadi sokoguru perekonomian. Setiap daerah boleh punya pusat pertumbuhan perekonomian baru, termasuk pariwisata," imbuhnya.
Kemajuan sektor pariwisata menurut Chairul perlu didiukung dengan pembangunan fisik seperti energi, transportasi, dan properti. Kemudian juga dukungan konektivitas antar lembaga, dan konektivitas sosial budaya.
Dia mencontohkan proyek Trans Studio di Makassar yang dibandunnya. Pusat hiburan tersebut berdiri di daerah yang pertumbuhan ekonominya pesat.
Dalam pembangunannya, Trans Studio ini dibantu oleh pemerintah daerah dan dibebaskan pajak hiburan selama 6 tahun. Ini menurutnya adalah cerminan dari kerjasama timbal balik antara pemerintah dan swasta.
"Kalau semua kota di Indonesia ikutan kayak Makassar, kita bisa mengalahkan China," tegas Chairul.
"Makin sulit suatu tempat untuk maju, pemimpinnya harus makin gila. Kalau tidak gila nggak bisa maju," tandas Chairul.
(dnl/dnl)











































