Salah satu kelompok usahanya itu siap membeli 58,88% saham Inalum milik Nippon Asahi Alumunium asal Jepang. Toba telah bekerjasama dengan sembilan kepala daerah dan satu walikota dalam rangka akuisisi ini.
"Kami sudah melakukan MoU dengan sembilan kepala daerah dan satu walikota dan berada di bawah Toba Sejahetra untuk akuisisi 58,88% saham Inalum," kata Luhut di Jakarta, Selasa (6/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan menyiapkan dana US$ 600 juta dalam rencana pembelian ini. Dana didapat melalui pinjaman dari lembaga keuangan yakni BNP Paribas dan Morgan Stanley.
Sebelumnya, pemerintah pusat sudah menyatakan berniat untuk membeli seluruh saham Inalum dari Jepang. Sehingga perusahaan tersebut dinasionalisasi menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang 100% sahamnya dikuasai pemerintah.
Saat ini, Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.
Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dari negosiasi dengan Jepang akan menentukan apakah Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.
(ang/dnl)











































