Pemerintah India pada Rabu (7/12/2011) akhirnya memutuskan menunda keputusannya untuk membuka sektor ritel yang sangat besar di negara tersebut kepada peritel asing.
"Keputusan untuk mengizinkan investasi asing langsung di sektor ritel ditunda hingga tercapainya konsensus dengan para pemegang saham," ujar Menteri Perdagangan dan Industri India, Anand Sharma seperti dikutip dari AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Wal-Mart yang sudah lama mengincar pasar di India sudah mengungkapkan rasa bahagianya terhadap keputusan itu. Wal-Mart bahkan menyatakan investasinya dapat memperbaiki standard hidup orang India.
"Perubahan ini secara positif berdampak pasar India dan orang-orangnya dan juga memberikan kontribusi pada image India sebaai salah satu negara dengan pertumbuhan paling cepat dan menjadi tujuan dari pebisnis internasional," ujar Raj Jain, president Wal-Mart India.
Namun perubahaan aturan itu langsung memicu kemarahan para pedagang kecil. Baik persatuan penjaga toko kecil, persatuan perdagangan dan pemimpin negara yang berpengaruh serta anggota dewan dari kaum oposisi dan juga partai berkuasa ramai menolak rencana tersebut.
Protes dari para anggota dewan meramaikan India setiap hari setelah pengumuman perubahan yang mengizinkan asing masuk ke sektor ritel India tersebut.
Kehadiran peritel asing besar seperti Wal-Mart, Carrefour dan Tesco ke India dikhawatirkan mengubah revolusi konsumen yang beralih dari pedagang kecil ke supermarket.
Sektor ritel India memang salah satu yang paling menggairahkan di Asia. Sektor ritel memegang peranan penting di negara tersebut karena merupakan industri terbesar dengan jumlah pekerja mencapai 8% dan memberikan sumbangan hingga 10% pada PDB India.
(qom/hen)











































