Menteri PU Malaysia Pamer Pesatnya Pembangunan Tol

Menteri PU Malaysia Pamer Pesatnya Pembangunan Tol

- detikFinance
Kamis, 08 Des 2011 14:58 WIB
Menteri PU Malaysia Pamer Pesatnya Pembangunan Tol
Jakarta - Untuk urusan pembangunan jalan tol, Indonesia kini memang harus mengangkat topi kepada Malaysia. Hingga 2011 saja, Negeri Jiran itu sudah membangun 1900 km jalan tol, bandingkan dengan Indonesia yang hingga kini belum mencapai 700 km dalam kurun 40 tahun, padahal Indonesia lebih dahulu mengenal tol dibanding negeri jiran itu.

Menteri Kerja Raya Malaysia Datuk Seri Shaziman Bin Abu Mansor begitu antusias memaparkan geliat pembangunan tol di negerinya pada acara groundbreaking proyek tol Cikampek-Palimanan. Padahal, kata Datuk Seri, pada tahun 1980-an negerinya baru bisa membangun jalan tol sepanjang 219 Km.

Namun kini, kondisi itu sudah jauh berbeda semenjak tahun 1983 ketika pemerintahnya memulai inisiatif menggalakan pembangunan tol. Menurutnya sampai sekarang sudah ada 25 perusahaan pemegang konsesi tol yang beroperasi di Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Plus Expressways Berhad merupakan perusahaan pengelola jalan tol terbesar di Malaysia," katanya di Cikopo, Purwakarta, Kamis (8/12/2011).

Ia mengatakan saat ini saja sudah ada 28 jalan tol di Malaysia dengan total panjang 1900 Km. Dari pembangunan tol tersebut, banyak memberikan dampak positif terutama bagi ekonomi pedesaan di negerinya.

Bahkan yang mencengangkan lagi banyak perusahaan-perusahaan tol Malaysia tak hanya jago kandang, mereka membangun proyek-proyek tol di kawasan Asia seperti Asia Selatan dan negara lainnya seperti Indonesia. Pada tahun 2011 telah ada proyek tol senilai US$ 2 miliar yang digarap perusahaan tol Malaysia di luar negeri.

"Saya percaya pembangunan tol ini akan membantu prasarana pada rakyat. Saya melihat apabila swasta membangun jalan tol, sama pentingnya seperti membangun sekolah dan rumah sakit," katanya.

Ditempat yang sama Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan masalah pembebasan lahan yang selama ini menghambat pembangunan infrastruktur seperti tol, setidaknya akan mulai diatasi dengan akan rampungnya RUU Pengadaan Lahan di DPR akhir tahun ini.

(hen/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads