Di Balik Serbuan Waralaba AS ke Indonesia

Di Balik Serbuan Waralaba AS ke Indonesia

- detikFinance
Jumat, 09 Des 2011 12:02 WIB
Di Balik Serbuan Waralaba AS ke Indonesia
Jakarta - Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) mengakui beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan masuknya waralaba asing termasuk dari AS ke pasar Indonesia. Kondisi ekonomi AS yang belum pulih membuat pelaku waralaba AS mencari pasar baru seperti Asia.

Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Amir Karamoy mengatakan beberapa tahun ini banyak misi franchise asal AS dan asing ke Indonesia. Para pengusaha waralaba ini mendapat dukungan penuh dari pemerintahnya.

"Selain melalui delegasi, secara individual mereka sering, mereka selalu, pengalaman saya dua tahun sekali, didorong oleh pemerintah Amerika Serikat. Atase perdagangan mereka yang mendorong bantu. Mereka masuk krisis, kalau ekspor waralaba mereka akan selamat," katanya kepada detikFinance, Jumat (9/12/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amir telah menghitung soal serbuan waralaba asing yang masuk ke Indonesia termasuk dari AS. Sejak 2008 lalu, setiap bulan waralaba asing yang masuk setidaknya ada 6 gerai atau per minggu 1 gerai lebih.

"Bayangkan ekspansi asing ke Indonesia seperti dari AS, Malaysia juga pintar sekali termasuk dari Eropa, yang mendorong waralabanya ke Indonesia. Kita menjadi pasar saja," katanya.

Ia berharap pemerintah harus cepat tanggap menyikapi fenomena ini. Apalagi saat ini kiprah waralaba asing di Indonesia hampir seluruhnya tak menawarkan waralaba atau franchise outlet, dengan kata lain tak mengajak mitra lokal di daerah-daerah.

"Saya harus pidato di acara Misi Perdagangan Franchise Times (AS). Saya akan mengatakan mereka harus membuka franchise outlet, yaitu yang asing bekerjasama di daerah setempat, bukan membangun gerai miliknya saja," tegasnya.

Amir mendesak para waralaba asing harus membuka franchise outlet yang dimiliki oleh publik. Selama ini waralaba asing itu hanya dimiliki oleh satu atau dua perusahaan lokal skala besar seperti kasus McD dan Sosro, 7-Eleven, dan Moderen Group dan lain-lain.

"Saya minta betul kepada mereka," katanya.

Seperti diketahui sebanyak 12 perusahaan waralaba AS akan membawa 16 merek waralaba untuk menggaet investor Indonesia. Mereka tergabung dalam Misi Perdagangan Franchise Times/International Franchise Association/ U.S. Commercial Service Trade Mission yang pertama kalinya datang ke Indonesia. Delegasi ini akan berada di Jakarta pada 12-13 Desember 2011.

Untuk mengawali misi perdagangan dua harinya di Indonesia, waralaba restoran cepat saji, Johnny Rockets akan menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Sahid Group untuk membawa merek restoran AS terkenal tersebut ke Indonesia, dengan lokasi pertamanya di Bali.

Merek-Merek yang terlibat dalam misi dagang ini didominasi oleh waralaba berbasis makanan dan minuman, antara lain:
  • Applebee's
  • Denny’s
  • Johnny Rockets
  • Carvel Ice Cream
  • Cinnabon
  • Schlotzsky's
  • Moe’s Southwest Grill
  • Great American Cookies
  • Marble Slab Creamery
  • Pretzelmaker
  • Pollo Tropical
  • Rita's Italian Ice
  • Which Wich
  • Wing Zone
Merek-merek lain di luar industri makanan:
  • Crestcom (waralaba pelatihan kepemimpinan)
  • The Vitamin Shoppe
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads