"Dari sudut Satgas, sesuai dengan instruksi presiden. Di dalamnya melakukan pencegahan agar tidak terjadi korupsi di pajak dan di bea cukai. Kami terus berkoordinasi dengan Kemenkeu," kata anggota Satgas, Mas Achmad Santosa.
Hal tersebut dia sampaikan usai mengikuti acara diskusi Polemik Sindo Radio bertajuk 'Koruptor kok Kesohor' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dia tersangkut masalah hukum bisa dikoordinasikan dan diusut," sambungnya.
Menurut mantan Pelaksana tugas pimpinan KPK ini, duit rekening gendut PNS bisa jadi awal penyelidikan pencucian uang. Besar kemungkinan, uang yang dihasilkan dari tindak kejahatan korupsi.
"Saya yakin data PPATK juga akurat. KPK juga punya sejarah berkomunikasi yang baik dengan PPATK," sambungnya. Penumpukan kekayaan pejabat publik.
Sebelumnya Inspektorat Jenderal Kemenkeu Sonny Loho membenarkan telah menerima 39 nama PNS bermasalah dari KPK. Laporan itu akan ditindaklanjuti dengan sanski bila ditemukan ada pelanggaran.
(mad/ang)










































