Salah satu orang terkaya di Indonesia itu akhir-akhir ini memang dekat dengan bidang pendidikan. Di masa tuanya, Putera ingin menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk pendidikan khususnya kepada masyarakat miskin. Dia pun membina sejumlah anak tak mampu yang berpotensi dan memberikan beasiswa untuk sekolah di AS.
Mantan pemilik perusahaan rokok HM Sampoerna ini mengaku memang tengah dekat dengan dunia pendidikan beberapa tahun belakangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikan Putera Sampoerna dalam konferensi pers usai pemberian medali 'Peace Through Commerce Medal Award' di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (12/12/2011).
Jadi pemerintah juga menurutnya harus bisa membantu lewat program-program yang dibuatnya. Salah satu orang terkaya di Indonesia inipun kesal dengan beberapa kebijakan pemerintah yang tak mendukung sektor pendidikan.
"Buku impor saja dikenakan bea masuk. Coba anda bayangkan. Bahkan pinjaman untuk pelajar sekolah dikenakan pajak. Seharusnya pemerintah melihat hal ini," tegasnya menggebu-gebu.
Lewat Putera Sampoerna Foundation, dia mencoba untuk menjembatani kebutuhan pendidikan rakyat jelata di Indonesia lewat kerjasamanya dengan universitas dari AS seperti Cornell University.
Kegiatan ini dilakukan karena menurutnya pendidikan di Indonesia masih jauh terbelakang.
Dia mengungkapkan, nomor satu masalah pendidikan di Indonesia adalah biaya yang mahal, padahal kualitas pendidikan masih jauh dibanding negara lain.
"Ini sebabnya penemuan science dan teknologi di Indonesia rendah. Tujuan program pendidikan kami adalah menciptakan pemimpin berkualitas," ucapnya.
"Kami punya banyak murid dari kalangan miskin yang berkualitas. Tapi kami tak mungkin mengirim semuanya ke AS karena biaya tinggi," tukasnya.
Putera Sampoerna merupakan mantan pemilik PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Pada tahun 2005, ia menjual seluruh bisnisnya ke perusahaan rokok AS, Philip Morris. Ia kemudian meneruskan bisnisnya melalui Sampoerna Strategic yang dijalankan putranya, Michael Sampoerna. Bisnis nya meliputi perkebunan, telekomunikasi, properti. Pada Mei membeli Bank Dipo Internasional. Sementara yayasan Sampoerna Foundation dijalankankan anak perempuannya, Michelle Sampoerna. Berusia 64 tahun.
Berdasarkan daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes, Putera Sampoerna berada di posisi ke-9 dengan kekayaan ditaksir sebesar US$ 2,4 miliar. Kekayaan Putera Sampoerna itu meningkat dibandingkan tahun 2010 yang sebesar US$ 2,3 miliar. Namun posisi Putera Sampoerna tetap yakni di peringkat ke-9.
(dnl/qom)











































