"Peringkat harus diperbaiki, seperti pelayanan. Kita ingin percepat dan akuntabel jangan lagi ada pungutan liar," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (12/12/2011).
Hatta tak mau berkomentar jauh apakah korupsi PNS muda yang doyan 'nilep' uang APBD atau korupsi juga jadi citra buruk sistem birokrasi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal investasi ini penting untuk meningkatkan ekonomi Indonesia seperti infrastruktur. Namun Hatta tidak menjelaskan secara terperinci langkah-langkah khusus pemerintah membenahi birokrasi dan pungutan liar di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Hatta menyatakan baru bertemu dengan Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel untuk membahas soal peningkatan perdagangan Indonesia-AS.
"Pertemuannya masih akan ditindaklanjuti. Tapi perdagangan kita dengan AS selalu surplus," kata Hatta singkat.
(dnl/qom)











































