Waskita Karya Makin Sehat, Bidik Laba Rp 201 Miliar

Waskita Karya Makin Sehat, Bidik Laba Rp 201 Miliar

- detikFinance
Selasa, 13 Des 2011 08:25 WIB
Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) menunjukkan kinerja yang membaik usai masuk daftar restrukturisasi dan revitalisasi Badan Usaha Milik Usaha (BUMN) oleh pemerintah. Pada rencana anggaran perseroan, pendapatan dan laba di 2011 akan naik masing-masing menjadi Rp 7,58 triliun dan Rp 201,22 miliar.

"PT Waskita Karya telah menunjukkan peningkatan kinerja yang baik secara operasional yang ditunjukkan dengan peningkatan sales dan perolehan keuntungan," tulis Kementerian BUMN dalam data yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (12/12/2011).

Pada tahun lalu, total aset perseroan sebesa rRp 1,07 triliun, dan di 2011 akan mencapai Rp 3,85 triliun. Peningkatan terjadi pula pada pendapatan dari Rp 5,85 triliun di 2010 dan diharapkan meningkat menjadi Rp 7,58 triliun. Sementara laba bersih diharapkan naik menjadi Rp 201,2 miliar di akhir tahun, dari periode sebelumnya Rp 124,08 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian BUMN sendiri kini masih memiliki 15 perusahaan negara sakit dan masuk dalam 'program penyembuhan' PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Pada tahap uji tuntas atau due diligence ada empat BUMN yang harus disembuhkan, yaitu PT Varuna Tirta Prakasya, PT Boma Bisma Indra, Perum Pengangkutan Djakarta (PPD), dan PT Industri Sandang Nusantara.

Tiga perusahaan negara lain, Peruma Produksi Film Negara, PT Balai Pustaka, dan PT Djakarta Lloyd masuk tahap usulan restrukturisasi dan revitalisasi. Tiga BUMN lain, PT Kertas Kraft Aceh, PT Survei Udara Penas, dan PT Industri Kapal Indonesia masih dalam tahap persetujuan skema 'penyembuhan'.

Tahap yang paling progresif, implementasi dan monitoring, terdapat lima BUMN diantaranya PT Waskita Karya, PT PAL Indonesia, PT Industri Gelas, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Merpati Nusantara Airlines.

"Sedangkan restrukturisasi sektoral melalui program rightsizing BUMN dengan cara holding, merger atau konsolidasi belum dapat terlaksana, kecuali inbreng PT BAG (Persero) ke dalam PT PLN (Persero)," tambahnya.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads