"Saya observasi mengenai barang impor seperti kentang, bawang tidak ada di pasar ini. Kentang semua dari Dieng, Jawa," ujar Gita di pasar tersebut, Selasa (13/12/2011).
Gita mengatakan, harga-harga bahan kebutuhan pokok yang ditemuinya di pasar tersebut masih wajar kenaikannya menjelang natal dan tahun baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Gita mengatakan Pasar Sinpansa ini bisa menjadi contoh pasar tradisional karena dari sisi kebersihan, kenyaman, kesehatan, serta ketinggian atapnya sangat baik.
Soal kentang impor, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia melakukan impor kentang sebanyak 5,4 ribu ton di Oktober 2011 dengan nilai US$ 3,7 juta.
Impor kentang masih didominasi dari negara China dengan jumlah kentang yang masuk ke tanah air sebanyak 31 ribu ton senilai US$ 17,3 juta. Di Oktober jumlah kentang yang masuk dari negeri China turun drastis dari 13,86 ribu ton di September senilai US$ 7,76 juta menjadi 2,7 ribu ton dengan nilai US$ 1,5 juta.
(dnl/hen)










































