Hal ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka sidang kabinet di kantornya, Jakarta, Selasa (13/12/2011).
"Harusnya kita pertumbuhan mendekati 7% itu tergerogoti karena tidak bisa belanja dengan baik. Salah satu alasan aturan berbelit-belit sehingga sulit dicairkan. Saya belum lihat satu per satu, kalau itu betul mari kita lihat dan itu harus betulkan regulasinya," tutur SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang penyimpangan harus ktia cegah dan korupsi harus kita hindari tapi jangan menghambat semuanya dan tidak mengalir. Dan kedua sedemikian rupa regulasi bisa dijalankan. Bayangkan saudara negara yang PDB-nya US$ 200 miliar cari ekonominya yang tumbuh di atas 5% bisa dihitung jari dan kita di situ," paparnya.
Karena itu dalam kesempatan tersebut, SBY meminta proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dijalankan dengan sungguh-sungguh dan hambatan regulasi juga harus diperbaiki.
SBY mengeluhkan minimnya anggaran belanja infrastruktur di APBN karena habis untuk biaya rutin seperti gaji pegawai dan belanja modal kementerian dan lembaga.
"Anggaran untuk belanja modal di APBN kita masih terlalu rendah. Saya berharap dalam APBN-P nanti kalau ada sisa anggaran jangan digunakan yang lain, kecuali untuk belanja modal dan pembangunan infrastruktur. Tahun 2013 dan 2014 saya ingin jauh lebih besar sehingga masuk akal," kata SBY.
(dnl/hen)











































