PT DI Tunggu Pesanan CN-235 MSA dari US Coast Guard
Selasa, 20 Jul 2004 18:04 WIB
Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) saat ini masih terus berusaha menyelesaikan pekerjaan dari kontrak-kontrak yang ada. Sementara kontrak-kontrak baru dalam waktu dekat diharapkan sudah bisa dipegang seperti pembuatan pesawat CN-235 untuk penjaga pantai AS (US Coastguard), pembuatan spare part pesanan konsorsium Airbus, perawatan pesawat dan lainnya."Bulan Agustus 2004 mendatang, akan datang tim survei dan negosiasi dari Airbus untuk pesanan spare part pesawat A-340. Kalau pekerjaan itu bisa dipegang, setidaknya ada tambahan kontrak senilai 7 juta dollar AS," tuturBudi Wuraskito, Direktur Operasi dan Niaga PT DI kepada detikcom diBandung, Selasa (20/7/2004).Menurut Budi, pekerjaan pembuatan komponen pesawat A-340 sebelumnya kendati menghadapi beberapa kendala, ternyata bisa diselesaikan dengan baik. Karenanya, pihak Airbus sendiri kemungkinan akan menambah pekerjaan itu. "Tapi untuk membuat kontrak baru, mereka perlu yakin dulu terhadap kondisi dan kemampuan PT DI sekarang ini. Karenanya, mereka akan datang sendiri untuk melihat sendiri kondisi dan perkembangan yang ada," tuturnya lagi.Pekerjaan lain yang juga terus dikebut untuk diselesaikan adalah pesananpesawat CN-235 dari Angkatan Udara Pakistan. Rencananya, satu pesawat lagipada bulan Agustus 2004 mendatang sudah akan bisa diserahkan. Selain itu,2 unit CN-235 lagi pesanan Tentera Udara Diraja Malaysia, juga tengahdikebut.Kendala utama yang dihadapi manajemen PT DI saat ini, menurut dia, adalah kepiawaian untuk memutar uang modal kerja. Pasalnya, PT DI selama ini masih gagal mendapatkan pinjaman dari pihak mana pun untuk memperkuat modal kerja itu. Praktis saat ini, semua pekerjaan dan proyek yang diselesaikan harus dikerjakan dengan modal sendiri. "Namun sejauh ini, dengan melakukan efisiensi dan pengaturan biaya-biaya lainnya, masih bisa diatasi kendati agak menghambat gerak kami," tuturnya lagi.Sementara itu, menyinggung rencana pembelian pesawat CN-235 secara "besar-besaran" dari pasukan penjaga pantai AS, Budi menuturkan bahwa hal itu masih dalam negosiasi dan penjajagan final. "Memang yang maju ke sana adalah mitra kami, Cassa Spanyol. Tapi tidak ada bedanya, karena setiap pesanan unit CN-235 juga berarti akan ada pekerjaan untuk PT DI," tuturnya. Untuk diketahui, pesawat CN-235 dikembangkan PT DI bersama dengan Cassa Spanyol dengan porsi yang sama 50:50. Untuk keperluan itu, pesawat CN-235 MSA yang ada menurutnya sudah dikirimkan ke AS untuk menjalani sejumlah pengujian di sana.Pihak US Coast Guard menurut Budi, berencana membeli 35 unit CN-235 versiMSA (Maritime Surveilance Aircraft). "Mudah-mudahan dalam waktudekat sudah bisa ada keputusannya," kata Budi lagi.
(asy/)











































