Berdasarkan penelusuran detikFinance, ada beberapa petani yang berseragam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang posisinya jauh dari teman-teman mereka yang sedang semangat berdemo.
Sambil asik menyantap nasi bungkus, pendemo yang mengaku bernama Wayan dari APTRI Bali menuturkan beberapa hal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang dijual anda gula atau tebu? "Ya jelas gula mas," katanya.
Dengan polos Wayan mengatakan habis demo di kementerian perdagangan ia pun tak tahu kemana akan bergerak lagi. "Saya hanya ikut teman kemana, pulang ya pulang, demo ya demo," katanya.
"Tidak demo ke Istana pak? Saya tidak tahu yang penting ikut teman dulu lah," katanya.
Seolah tanpa ada koordinasi juga, ada beberapa petani malah santai berada di belakang gedung, jauh dari para teman-teman mereka yang berdemo.
Ada yang santai ria di kantin belakang kantor, ada yang sambil asik bercerita masing-masing, tidak tahu bahwa teman-teman mereka semuanya sudah pada pulang meninggalkan kantor kementerian perdagangan..
Selain Wayan, detikFinance menghampiri pendemo lainnya, ada beberapa pendemo hanya duduk dan berdiri saja, tanpa ada semangat untuk meneriakan aspirasinya. Misalnya ada pendemo yang berseragam baju seragam kaos yang dipakai bertuliskan DPC APTRI dari Jawa Timur, namun berlapis didalamnya baju batik.
Saat ditanya, petani dari daerah mana, pendemo yang mengaku bernama Sujiono (46) mengatakan petani asal Cirebon, Jawa Barat. Padahal jelas-jelas diseragamnya bertuliskan DPC APTRI Jatim.
"Dari Cirebon, tadi pagi sama temen-teman, naik bus," kata Sujiono singkat.
"Banyak jenis tebu yang saya tanam," katanya saat ditanya tebu apa yang ditanam.
Jenis apa? "Ya pokoknya yang berwarna merah, sudah puluhan tahun saya menanam dan punya lahan berhektar-hektar," ujar Sujiono.
Sebelumnya Sekjen APTRI Nur Khabsyin mengungkapkan sedikitnya ada 5.000 petani yang akan berdemo di kementerian perindustrian dan perdagangan serta istana presiden hari ini.
(hen/ang)










































