Seperti dikutip dari situs Logam Mulia, Kamis (15/12/2011), emas batangan Antam pecahan 1 kg dijual Rp 499 ribu/gram. Ini berarti turun dari sebelumnya Rp 502 ribu/gram.
Bahkan dari catatan detikFinance, dalam 2 hari terakhir harga emas batangan pecahan 1 kg di Antam harganya turun Rp 7.000/gram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penurunan mencapai 4%, harga emas kini berada di bawah level US$ 1.600, untuk pertama kalinya sejak awal Oktober. Kemerosotan harga emas terjadi berbarengan dengan merosotnya harga komoditas lainnya.
Pada perdagangan Rabu (15/12/2011), harga emas di pasar spot tercatat merosot 3,9% ke level US$ 1.568 per ounce. Harga emas sempat merosot ke US$ 1.563,99, untuk pertama kalinya sejak akhir September. Sementara harga perak merosot 6,5% ke level US$ 28,76 per ounce.
Emas sudah mengalami tekanan merespons hasil pertemuan Bank Sentral AS yang tidak mengeluarkan kebijakan baru untuk stimulus ekonomi. Momentum penurunan harga emas bertambah seiring jatuhnya euro.
Sementara HSBC mengatakan, emas terpukul oleh tekanan investor yang ingin mendapatkan uang tunai lebih pada neracanya menjelang akhir tahun.
Marketing Manajer Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko kemarin mengatakan, melemahnya harga emas dunia adalah karena investor sedang memburu dolar AS.
Dikatakan Bambang, penurunan harga emas juga terjadi karena beberapa produsen tambang emas dunia juga menggenjot produksinya di akhir tahun tersebut, sehingga pasokan emas dunia berlebih.
Penurunan harga emas ini menurut Bambang bakal terjadi sampai akhir tahun. "Bila turun terus hingga melewati US$ 1.620/toz, harga bisa drop sampai level support kuat berikutnya di US$ 1.580/toz," tukas Bambang.
(dnl/hen)











































