"Dilema, di satu pihak membesarkan BUMN, dan di lain pihak apakah tidak memakan swasta nantinya? Pada dasarnya sebaikanya swasta yang lebih baik berkembang pesat," kata Dahlan dalam Seminar Mandiri Economic Forum di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (15/12/2011).
Menurutnya, ada pemikiran bahwa tidak seharusnya negara berbisnis, seharusnya rakyat atau swasta yang berusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dahlan lebih baik saat ini BUMN tetap bersaing untuk mencapai kemakmuran rakyat.
"Saya punya rencana-rencana besar untuk membesarkan BUMN, tapi nanti ini mengalahkan swasta tidak? Kalau inisiatif merakasasakannya BUMN merusak iklim pertumbuhan swasta itu tidak baik," jelasnya.
Oleh karena itu Dahlan mengatakan tidak boleh lupa bahwa negara yang tidak seharusnya berbisnis tapi dalam kondisi-kondisi tertentu negara perlu turun tangan. Ia menuturkan masalah-masalah infrastruktur misalnya, seandainya diserahkan sepenuhnya ke swasta sementara sendiri perlu infrastruktur dengan cepat mana mungkin swasta mampu.
"Sama halnya seperti listrik. Pengalaman di listrik, terlalu banyak perusahaan listrik swasta yang tidak jadi. Sehingga planning elektrifikasi kacau. Kemudian banyak tol swasta juga tidak mulai-mulai, maka BUMN dalam kondisi seperti ini harus maju. Ini concern saya," tambah Dahlan.
(dru/hen)










































