"Kita masih menunggu S&P dan Moody's untuk memberikan investment grade. Kalau mereka masih butuh waktu untuk analisis, silakan. Kita tetap kerja keras," ujar Agus di sela-sela seminar Transforming Capital Inflow Into Real Investment Through Sound Fiscal Policy di Nusa Dua, Bali, Jumat (16/12/2011).
Ia memprediksi, kedua lembaga rating internasional itu akan menaikkan peringkat Indonesia mengikuti Fitch di tahun 2012 nanti. Agus menyatakan, kekuatan Indonesia saat ini adalah ekonomi yang stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena perilaku para investor di pasar obligasi sudah menilai kita sebagai investment grade," tambahnya.
Salah satu contohnya, kata Agus, sukuk global senilai US$ 1 miliar yang diterbitkan Indonesia sebelum mendapat investment grade, memberikan imbal hasil 4%, jauh lebih rendah dibandingkan Italia yang walaupaun sudah memiliki investment grade tapi yield surat utangnya lebih dari 7%.
Seperti diketahui, kemarin salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kelas dunia, Fitch's Rating sudah menaikkan peringkat Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Ini merupakan peringkat yang setara dengan investment grade alias negara yang layak menjadi tempat berinvestasi.
(ang/hen)










































