Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, dana-dana milik pemodal asing itu akan diprioritaskan masuk ke sektor riil, terutama untuk pembangunan infrastruktur dan industri manufaktur.
"Dana itu nanti akan kita lihat dulu. Kita harapkan (masuk) ke sektor riil di dua inisiatif, yaitu pengembangan infrastruktur dan pertumbuhan manufaktur," katanya di sela seminar Transforming Capital Inflow Into Real Investment Through Sound Fiscal Policy di Nusa Dua, Bali, Jumat (16/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Infrastruktur kita selama ini di mata investor menjadi tantangan. Alokasi dana infrastruktur pemerintah masih terbatas, makanya kita ingin ada kerjasam dengan swasta domestik dan asing," katanya.
"Ini (infrastruktur tumbuh pesat) akan meyakinkan ekonomi Indonesia terus tumbuh. Nanti sektor-sektor lain akan ikut berkembang dengan sendirinya," jelasnya.
Disuntik Dana Asing Sektor Manufaktur Tumbuh 10% per Tahun
Sektor kedua adalah infrastruktur. Menurut Agus, sektor ini memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Memang pertumbuhannya sempat melambat di tahun 2010 hanya naik 4,1%, tapi kata Agus, tahun ini industri manufaktur sudah tumbuh 6,6%.
Dengan adanya investasi asing di manufaktur, maka pertumbuhannya diprediksi akan tumbuh lebih dari 10%. Industri ini dinilai lebih berkesinambungan ketimbang industri lain yang hanya mengandalakan sumber daya alam, sepeti minyak, gas dan batubara.
"Manufaktur ini juga akan efisien dalam menyediakan lapangan kerja. Kontribusi sektor manufaktur selama 2011 sudah membaik. Di tahun 2012 nanti bukan tidak mungkin kalau industri ini akan tumbuh lebih dari 10%," kata Agus.
Agus menambahkan, masih ada sektor lain yang diharapkan bisa mendapatkan porsi investasi asing di 2012, yaitu pertanian. Pasalnya, sektor industri yang sempat berjaya di jaman orde baru ini secara perlahan terus memudar kiprahnya di tanah air.
Pemerintah akan berupaya untuk menghidupkan kembali industri ini karena diprediksi bisa membuka lapangan pekerjaan yang luas. "Sektor pertanian ini juga membuka banyak lapangan kerja bersama sektor-sektor lain," imbuhnya.
Seperti diketahui, kemarin salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kelas dunia, Fitch's Rating sudah menaikkan peringkat Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Ini merupakan peringkat yang setara dengan investment grade alias negara yang layak menjadi tempat berinvestasi.
(ang/qom)











































