"Di tahun 2011 ini seluruh dunia sedang kesulitan dan mencoba antisipasi penurunan rating. Indonesia masih bisa mengelola ekonomi dengan baik, walau tidak mudah. Sehingga bisa mendapat investment grade karena macro economy bisa dikelola dengan baik," ujarnya.
Hal itu ia kemukakan di sela-sela seminar Transforming Capital Inflow Into Real Investment Through Sound Fiscal Policy di Nusa Dua, Bali, Jumat (16/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, kata Agus, Indonesia menjadi salah satu dari negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik ketiga pada masa krisis global tahun 2008 lalu. Dengan adanya pengakuan ini, ia berharap lebih banyak lagi investor yang akan masuk menempatkan dananya di dalam negeri.
"Selama ini juga sudah banyak investor yang masuk, tapi dengan extra risk ada extra return buat mereka. Jadi mereka (investor asing) minta syarat-syarat khusus. Tapi dengan adanya investment grade ini mereka tidak akan minta yield tinggi," imbuhnya.
Seperti diketahui, kemarin salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kelas dunia, Fitch's Rating sudah menaikkan peringkat Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Ini merupakan peringkat yang setara dengan investment grade alias negara yang layak menjadi tempat berinvestasi.
(ang/hen)











































