Sofjan Wanandi: Pengusaha Takut Lihat Politisi Berantem

Sofjan Wanandi: Pengusaha Takut Lihat Politisi Berantem

- detikFinance
Senin, 19 Des 2011 12:16 WIB
Sofjan Wanandi: Pengusaha Takut Lihat Politisi Berantem
Jakarta - Kalangan pengusaha takut situasi perpolitikan dalam negeri menghambat ekonomi Indonesia. Padahal selama ini pengusaha menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2011.

"Kami pengusaha takut lihat politisi kita tiap hari berantem melulu, seperti tidak ada rasa kepercayaan sesama kita, ini yang kami (pengusaha) takutkan," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, di Seminar Prospek Ekonomi Indonesia 2012, di Crown Plaza, Senin (19/12/11).

Padahal jika situasi ini tidak terjadi, pengusaha akan optimis. Apalagi selama ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak pernah membantu pertumbuhan ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika kedua hal tersebut bisa diselesaikan, kami pengusaha yakin 2012 ekonomi Indonesia bukan lagi tumbuh 6,5% tapi bisa 7%," tegas Sofjan.

Menurutnya ada beberapa pekerjaan rumah (PR) di dalam negeri ini yang belum juga diselesaikan yakni pengangguran dan kemiskinan. "Kalau tiap hari politisi kita berantem terus tiap hari di televisi, di media, fokus menyelesaikan PR tersebut," ucapnya.

Sofjan mencontohkan, hanya untuk menyelesaikan RUU lahan saja membutuhkan 2-3 tahun baru selesai.

"Padahal jika cepat selesai, infrastruktur kita akan cepat selesai, akan menciptakan lapangan kerja dan ekonomi kita akan tumbuh. Apalagi tanah nasional di negeri ini merupakan sumber ketidakpastian bagi pengusaha," jelasnya.

Dikatakannya apalagi sekarang ini status investment grade yang dicapai Indonesia bakal lebih banyak menarik investor asing untuk masuk ke Indonesia.

"Potensi 240 juta penduduk Indonesia, luasnya negara ini dengan peringkat investasi yang baik akan menarik asing masuk. Jangan sampai kita tidak jadi tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi dari semua barang impor yang masuk ke negeri kita, 23% nya merupakan ilegal, mereka tidak bayar PPN, Pajak dan lainnya sementara pengusaha kita yang merasakan dampaknya," tandasnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads