"Kalau saya keselamatan pertama, angkutan massal dan connectivity. Itu keselamatan di sektor transportasi utama bagi saya," kata Mangindaan di kantor kementerian koordinator perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (20/12/2011)
Ia mengatakan akan mengkaji soal tingginya kecelakaan sepeda motor dan bagaimana mengurangi kecelakaan sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mangindaan menuturkan pemerintah sudah melakukan beberapa cara untuk menurunkan angka kecelakaan pada alat transportasi umum lainnya.
"Seperti udara navigasi, radar itu harus betul-betul ada layer. Jadi kalau ini (radar yang paling atas) macet ini ada layer. Begitupun kereta api bersama PT KAI operasional bagaimana supaya tidak terjadi tabrakan dan salah sinyal, ini sudah kita lakukan" katanya
Mangindaan mengatakan untuk kereta api tingkat kecelakaannya banyak menurun tetapi untuk di jalan raya kecelakaan sepeda motor paling banyak terjadi.
"Kalau kereta api menurun (kecelakaannya) banyak. Jalan raya yang paling banyak sepeda motor. Kalau laut signal. Udara itu radar sistemnya" katanya
Terkait pembenahan angkutan massal, ia berjanji akan memprioritaskan pembenahan untuk kawasan Indonesia timur. Hal ini pun sejalan dengan target connectivity atau ketersambungan antar wilayah seluruh Indonesia.
"Hasil apapun dalam bidang ekonomi kalau transportasi kurang bagus ya nggak berarti. Terutama timur karena kepulauan semua, jadi kita harus fokus ke hal-hal seperti itu," katanya.
Bahkan Mangindaan juga berjanji akan melakukan perbaikan penyerapan anggaran kementerian yang ia pimpin. Tahun ini kementerian perhubungan termasuk kementerian yang paling rendah menyerap anggaran. Ia mengklaim penyerapan anggaran untuk data terakhir sudah di atas 60% sementara fisik sudah 70%.
"Kendalanya itu ini kalau tender lelang itu ada sanggahan, tunggu sanggahan atau masalah waktu. Kedua, adanya revisi dari program itu sendiri, biasanya hasil koordinasi, karena biasanya revisi ini ada yang diprioritaskan ada yang mengalah dan lain-lain itu revisi antar kementerian dan lain-lain," katanya.
Ia beralibi masalah kehati-hatian menjadi salah satu penyebab lainnya. Hal ini dilakukan jangan sampai ada salah administrasi atau prosedur yang terlewati.
"Itu lah yang saya lihat menjadi bagian dari pada daya serap terlambat. Ini perlu kita benahi di 2012," katanya.
(hen/dnl)











































