"Saudara-saudara agar kita selamat tahun depan, maka mari bersama-sama menjaga sektor riil. Kalau sektor riil terjaga, ekonomi tumbuh dan tidak perlu ada PHK. Di 2008/2009 Alhamdulliah PHK hampir tidak terjadi dibandingkan negara di dunia," kata SBY saat acara penyerahan DIPA 2012 dilaksanakan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (20/12/2012).
SBY mengatakan, krisis di Eropa dan AS tahun depan bakal membuat permintaan ekspor berkurang. Sehingga, kata SBY, anggaran APBN/APBD harus betul-betul digunakan optimal dan tak ada lagi sisa anggaran. Program-program pro rakyat yang anggarannya sudah tersedia juga harus digunakan habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, SBY mengaku mendapatkan keluhan dari penggunaan anggaran baik dari peemrintah pusat dan daerah soal adanya regulasi dan prosedur yang menghambat.
"Kalau kita tahu ada regulasi yang menghambat jangan dibiarkan. Mari kita duduk bersama untuk ini kasih waktu 3 bulan. Akhir Maret saya tidak mau mendengar ada regulasi yang mengunci disbursement atau penyerapan anggaran," ujar SBY.
Namun, SBY masih tetap optimistis di tangah krisis dunia yang mengancam saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5% atau berarti menembus US$ 800 miliar di tahun ini.
Karena itu, penyerapaan anggaran tahun depan harus diperbaiki. Karena ini penting untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi demi peningkatan kesejahteraan rakyat. SBY mengancam agar kementerian/lembaga yang penggunaan anggarannya tak maksimal diberikan sanksi.
(dnl/hen)











































