"Ya logikanya mestinya naik (HPP), karena ada beberapa kriteria yaitu nilai tukar petani harus diamankan, nilai tukar petani akan sesuai dengan yang diharapkan. Harga beras dunia, kalau terlalu jauh dari harga beras dunia kan juga tidak baik," kata Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Rabu (21/12/2011)
Selain itu, lanjut Sutarto, ongkos produksi petani juga telah naik. Ia menambahkan secara keseluruhan pasti pemerintah akan memperhitungkan kenaikan HPP beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan dengan HPP sekarang ini untuk beras yang hanya Rp 5.060 per Kg sudah pasti tidak mungkin lagi Bulog menyerap beras petani. Menurutnya harga beras di pasaran dalam negeri saat ini sudah mencapai Rp 6.500-6.800.
"Sekarang ini kan artinya harga tersebut (HPP) masih dikatakan di bawah harga pasar," katanya.
Sebelumnya pemerintah telah menaikkan harga pembelian beras dan gabah di 2009 melalui Inpres No. 7/2009 tentang Kebijakan Perberasan.
Untuk HPP gabah kering panen (GKP) di petani Rp 2.640 per kg, GKP di penggilingan Rp 2.685 per kg, gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp3.300 per kg, sedangkan GKG di gudang Bulog Rp 3.345 per kg sementara harga beras di gudang Bulog Rp 5.060 per kg.
Pada awal tahun ini pemerintah memang mengeluarkan Inpres No. 8/2011 tentang Beras yang memberikan fleksibelitas Bulog untuk membeli beras petani di atas HPP beras.
(hen/dnl)











































