"Yang penting 2012 Bulog harus menyediakan (pengadaan) sekitar 5 juta ton. Karena akhir tahun 2012 pemerintah menargetkan Bulog harus memiliki cadangan 2 juta ton," kata Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (21/12/2011)
Ia mengatakan Bulog memiliki tugas menyediakan beras, untuk raskin, cadangan beras pemerintah dalam rangka stabilisasi harga beras. Sutarto menegaskan Perum Bulog sudah punya beberapa skenario dari yang balik baik sampai terburuk yaitu harus impor beras kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan target moderat diperkirakan dari perhitungan wajar dari peningkatan.
"Dari 5 juta ton (pengadaan) itu kita salurkan 3 juta lebih hampir 3,5 juta ton setahun, kita harus punya cadangan 2 juta ton. Berartikan 5,5 juta ton kemudian dari 5,5 juta ton tapi kita tahu 2012 kita masih ada carry over (sisa) impor paling tidak itu sekitar 500.000 ton. Jadi masih kurang 5 juta dan dikurangi stok yang ada 1 juta jadi hasil akhirnya 4 juta kurangnya," katanya.
Sementara itu mengenai beras impor asal Thailand yang akhirnya tetap dikirim ke Indonesia sebesar 300.000 ton, secara bertahap akan dikirim sampai Februari 2012. "Beras Thailand paling lambat 20 Februari (2012) sudah dikirim dari sana," katanya.
(hen/dnl)











































