"Ini untuk mendorong perekonomian di Sulawesi melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/12/2011).
Sharif yang juga menjabat sebagai Ketua MP3EI mengatakan koridor Sulawesi masih ada kendala yang dapat menghambat Program MP3EI seperti regulasi, perbankan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Sumber Daya Manusia (SDM), maupun Konektivitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah lainnya pelabuhan yang ada belum berfungsi sebagai pelabuhan internasional belum melakukan kegiatan ekspor langsung, jaringan energi listrik yang belum terinterkoneksi seluruh Sulawesi, masih terbatasnya ketersediaan energi listrik, terbatasnya Interkoneksi perhubungan udara dan laut Sulawesi, pembangunan infrastruktur kawasan kepulauan termasuk kawasan perbatasan belum optimal.
Cicip mengatakan untuk menghadapi permasalahan tersebut rencananya akan di laksanakan Pembangunan dan peningkatan Jalan TransSulawesi direncanakan secara bersama dan membutuhkan dukungan pembiayaan, direncanakan pembangunan jalur kereta api dengan tahapan pertama sepanjang ± 700 km Makassar–Soroako, tahapan kedua ± 400 km Pare-pare–Pasang kayu, tahapan ketiga ± 1.000 km Pasang Kayu– anado, perencanaan pembangunan jalur Kereta Api Maminasata sepanjang 200 km,
Selain itu ada juga pengembangan dan pembangunan bandar udara pada setiap provinsi, baik bandara internasional maupun bandara lainnya, pengembangan dan pembangunan pelabuhan pada setiap provinsi, baik pelabuhan hub internasional maupun pelabuhan lainnya (termasuk pelabuhan peti kemas).
Ada juga percepatan pelaksanaan interkoneksi listrik se-Sulawesi, pembangunan pembangkit dan jaringan transmisi listrik se-Sulawesi , jaringan penerbangan dan angkutan Kapal Laut saling menunjang se-Sulawesi dan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana pada wilayah kepulauan dan perbatasan lebih diprioritaskan
"Dalam menanggapi setiap permasalahan atau kendala ia memandang bahwa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sangat cocok diterapkan, kemungkinan kita bisa memperkirakan setiap jalan/tindakan yang akan dilakukan ketika ada laporan dari investor," tuturnya.
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Selain itu ia optimistis program MP3EI dapat mendorong pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara menjadi pelabuhan Hubungan Port Internasional, dalam rencana pengembangan konektivitas infrastruktur Indonesia Timur, untuk pengembangan fasilitas pelabuhan Bitung ditargetkan sebesar Rp 425 miliar.
Di 2011 telah dialokasikan sebesar Rp 40 miliar, kemudian RKA 2012 sebesar Rp 30 miliar, kemudian di 2013 dan 2014 masing-masing ditargetkan Rp 172,5 miliar.
(hen/dnl)










































