Hal ini disampaikan oleh Business Development Manager PT SGS Indonesia Armin Tanjung di Acara Sosialisasi Regulasi di Pasar Negara Afrika dan Timur Tengah di Gedung Binakara, Jakarta, Rabu (21/12/2011).
"Irak tidak mengikuti standar internasional. Kalau Indonesia punya SNI (Standar Nasional Indonesia), tetap menerima barang masuk dengan standar internasional. Kalau Irak tidak, pokoknya Irak punya ketentuannya sendiri," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua tipe eksportir. Pertama, eksportir yang tidak tahu standar. Kedua, eksportir yang tidak mau tahu. Banyak dan berbedanya standar yang ditetapkan oleh masing-masing negara itulah yang membuat kita untuk mengadakan sosialisasi kepada eksportir"katanya.
Komoditas yang diimpor dari Irak terdiri dari furnitur, kertas, peralatan rumah tangga dan makanan berupa ikan dalam kaleng. Komoditas tersebut harus melalui berbagai uji coba, bahkan sampai tes laboratorium untuk memastikan barang yang masuk sudah aman.
(qom/qom)











































