Berharap Realisasi Tol Manado-Bitung

Berharap Realisasi Tol Manado-Bitung

- detikFinance
Kamis, 22 Des 2011 07:09 WIB
Berharap Realisasi Tol Manado-Bitung
Manado - Jalan utama yang relatif sempit membuat arus lalu lintas dari Kota Manado menuju Kota Bitung, Sulawesi Utara selalu macet setiap hari. Padahal, Bitung akan dijadikan hub port (pusat pelabuhan) di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, diharapkan tol Manado-Bitung bisa terealisasi sesegera mungkin, paling tidak bisa dioperasikan pada 2014.

Harapan ini disampaikan Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang dan Walikota Bitung Hanny Sondakh saat ditemui di rumah jabatan Walikota Bitung di Bitung, Rabu (21/12/2011). Menurut Sarundajang, perlu dana Rp 3 triliun untuk membangun Tol Manado-Bitung sepanjang 41 KM itu.

Sarundajang berharap pemerintah mau mengucurkan Rp 2 triliun untuk membantu pembangunan tol yang sangat strategis untuk pertumbuhan ekonomi di Sulut. "Kami telah menganggarkan dana pembebasan lahan untuk tol tersebut dalam APBD 2012," jelas Sarundajang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya pembebasan lahan memang menjadi urusan tiga pemerintah daerah, yaitu Pemprov Sulut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, dan Pemerintah Kota Bitung. Biaya pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp 300 miliar.

Sarundajang yakin dengan adanya tol Manado-Bitung hingga ke pelabuhan Bitung itu pertumbuhan ekonomi di Sulut menjadi lebih baik. Saat ini, jalan utama yang menghubungkan Manado-Bitung sudah sangat tidak menampung arus kendaraan, terutama untuk truk-truk peti kemas yang lalu lalang setiap hari menuju pelabuhan.

Harapan Sarundajang ini ia sampaikan saat bertemu Chairul Tanjung, chairman CT Corp yang juga ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN). "Saya berharap sebagai ketua KEN, Pak Chairul bisa menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk alokasi anggaran pembangunan tol ini," ujar dia. Sarundajang juga mengajak Chairul untuk melihat bagaimana arus lalu lintas dari Manado-Bitung Rabu kemarin.

Atas permintaan Sarundajang itu, Chairul berjanji akan menyampaikan masalah ini kepada pemerintah pusat. Dia mendukung pembangunan tol ini, apalagi Pelabuhan Bitung akan menjadi salah satu dari dua hub port yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Jadi, sesuai yang ditetapkan pemerintah, Bitung akan menjadi hub port di Indonesia bagian timur dan Kuala Tanjung di Sumatera Utara akan menjadi hub port di Indonesia bagian barat. Karena itu saya berharap tol Manado-Bitung bisa direalisasikan secepat-cepatnya," harap Chairul.

Sementara itu Hanny Sondakh juga sangat berharap Tol Manado-Bitung bisa direalisasikan secepatnya. "Dengan adanya tol, pertumbuhan ekonomi di Bitung akan lebih baik dan investasi di Bitung juga akan meningkat, sehingga tercipta banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat," kata walikota Bitung yang sejak Februari 2011 lalu memimpin Bitung untuk periode kedua ini.

Bila selama ini, Manado-Bitung bisa ditempuh lebih dari satu jam, karena kemacetan yang sering terjadi, maka dengan adanya tol nanti, perjalanan darat bisa ditempuh paling lama setengah jam.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Pada kesempatan itu, Sarundajang juga menyampaikan rencana pembangunan Bitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Saat ini sudah disiapkan lahan sekitar 2.000 hektar. Lahan akan diperluas dengan reklamasi di bibir laut. Lokasi KEK ini terletak sekitar 2 KM dari pusat kota Bitung.

Lokasi yang sudah dipagar beton ini sangat strategis. Pantai di lokasi ini tidak curam dan sangat landai. Karena itu, bila nanti dilakukan reklamasi, menurut Sarundajang, biayanya akan sangat efisien. Jalan menuju lokasi ini sudah tampak bagus beraspal hotmix.

(asy/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads