Sepekan Jelang 2012, Penyerapan Anggaran NTB Baru 82%

Sepekan Jelang 2012, Penyerapan Anggaran NTB Baru 82%

- detikFinance
Jumat, 23 Des 2011 11:38 WIB
Jakarta - Sepekan menjelang pergantian tahun anggaran menuju 2012 ternyata daya serap dana APBN 2011 di NTB baru 82 %. Tahun 2011, NTB mengelola dana APBN mencapai Rp 10,88 triliun. Sedikitnya Rp 1,9 triliun dana APBN, kini masih mengendap di rekening Kantor Perbendaharaan Negara setempat.


"Kondisi terakhir kita sampai kemarin hari Kamis, realisasi anggaran keseluruhan memang baru 82 persen," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTB Alfiah, di Mataram, Jumat (23/12/2011).


Tahun 2011, NTB memperoleh dana DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) sebesar Rp 4,734 triliun. Sementara dana transfer daerah sebesar Rp 6,146 triliun, sehingga total dana NTB di APBN mencapai Rp 10,88 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Alfiah mengatakan, pada 19 Desember 2011 merupakan batas terakhir pengajuan dokumen Surat Perintah Membayar atau SPM dari instansi dan satuan kerja di seluruh NTB.


"Pada hari terakhir itu, dokumen memang sangat menumpuk. Kita masih akan memproses sejumlah SPM menjadi SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) hingga 28 Desember mendatang," kata Alfiah.


Kendati begitu, proyeksi pihaknya dari dokumen SPM yang belum diproses, realisasi APBN tahun 2011 di NTB hanya sedikit di atas angka 90 %.


"Harusnya daya serap itu memang 100 persen. Perkiraan kita, dengan dokumen SPM yang masih akan diproses, kita harap bisa tembus di atas 90 persen atau mendekati 90 persen," katanya.


Alfiah mengatakan, rendahnya daya serap dana APBN bukan cuma masalah di NTB, namun menjadi masalah di seluruh Indonesia. Ia mengatakan, pada akhir November 2011 saja, secara nasional, realisasi dana APBN baru mencapai 71 %.


"Tapi khusus NTB, tahun ini daya serap jauh lebih rendah jika dibanding realisasi tahun lalu. Tahun lalu masih lebih bagus dari sisi capaian," katanya.


Dimintai keterangan terpisah, Gubernur NTB M Zainul Majdi tak menampik kalau daya serap anggaran memang lambat.


"Mau dilihat dari instrumen APBN atau APBD, memang realisasi menumpuk di akhir tahun. Ini adalah hal yang selalu berulang-ulang tiap tahun," kata Gubernur.


Khusus daya serap APBN, Zainul mengatakan, pada pengujung triwulan tiga 2011 saja, realisasi APBN di NTB baru 54,07 %.


"Artinya selama sembilan bulan, alokasi dana APBN yang bisa digunakan para pelaku pembangunan di sini hanya segitu. Bagi saya ini anomali. Ada anggaran tapi nggak bisa kita jalankan lebih baik. Saya pikir itu aneh, ada anggaran tapi kita tidak bisa belanjakan," kata Gubernur.


Gubernur menyatakan telah me-warning jajarannya agar pada 2012, pola penggunaan anggaran yang menumpuk di akhir tahun tak berulang. Apalagi tahun depan, NTB memperoleh dana APBN lebih besar mencapai Rp 14,269 triliun terdiri atas dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Rp 8,232 triliun dan alokasi sementara dana transfer daerah sebesar Rp 6,037 triliun.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads