Menurut Ketua ASPIDI, Thomas Sembiring, pemangkasan impor daging ini berpotensi akan mengurangi pasokan untuk semester 2 tahun 2012.
"Untuk semester I dialokasikan 20.500 ton daging impor padahal semester II kebutuhan pasti meningkat karena puasa dan lebaran. Mungkin alokasinya diatas 20.000 ton. Ini kan sudah melebihi 34.000 ton," katanya ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (24/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah ini sepertinya buka tutup, mereka juga masih memantau. Kita takut daging ini tidak ada stok, kalau terjadi gejolak harga bagaimana?" katanya
Mengenai daging lokal, kata Thomas, pemerintah menilai kalau dari 16 juta ekor sapi yang ada di Indonesia ini hanya dipotong 3 juta ekor saja itu sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"Tapi kan yang jadi masalah ini mendistribusikannya ke 3 propinsi industri pengolahan daging yaitu DKI, Jawa Barat dan Banten dengan harga yang tidak menimbulkan gejolak, kan suplainya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan NTT," katanya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, kebutuhan daging ini sekitar 399 ribu ton akan dipasok dari dalam negeri. Angka ini didasarkan dari hasil sensus sapi yang dilakukan BPS beberapa waktu lalu.
Karena kebutuhan daging yang belum dipenuhi domestik, maka pemerintah membuka kran impor 85.000 ton daging beku dan 280 ribu ekor sapi bakalan. Menurut Suswono, meski impor sudah terjadi penurunan drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Maksimal kita 20% dari kebutuhan melalui impor. Sudah kita targetkan, dan bukan turun lagi. Tapi sangat drastis," katanya.
(ang/ang)











































