Hartono, Ketua Umum Asosiasi Peternak Unggas Se-Indonesia (Pinsar) mengatakan, kenaikan harga tergantung stok dan musim perayaan.
"Untuk tahun depan gejolak harga tidak bisa sama dan dipatok. Tapi bisa saya katakan harga jual akan naik 6% untuk tahun depan. Tapi kenaikan harga ini tidak melebihi batas yang diminta oleh pemerintah" katanya saat dihubungi oleh detikFinance, Sabtu (24/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah sendiri minta jangan melebihi Rp 20.000 per kg untuk telur dan Rp 35.000 per kg untuk ayam" katanya.
Tetapi ia tidak bisa mengatakan kapan akan naik karena hal tersebut tergantung oleh stok dan musim perayaan seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru.
"Saya tidak bisa katakan akan naik April atau kapan, karena nanti orang pada ramai-ramai menahan barang, kan akan terjadi gejolak harga di pasar" katanya.
Mengenai harga telur dan ayam di akhir tahun sendiri, Hartono menyampaikan, memang terjadi gejolak kecil tapi masih dalam level normal dan ini masih termasuk stabil untuk kategori pasar. Dia memonitor, perbedaan harga terjadi di antara daerah yang disebabkan oleh transportasi, ongkos kirim serta pengemasan.
"Akhir tahun relatif stabil, terjadi gejolak kecil tetapi masih dalam level normal untuk kategori market," ujarnya.
(ang/ang)










































