Pemerintah Optimis Defisit 2004 Tidak Membengkak
Kamis, 22 Jul 2004 11:42 WIB
Jakarta - Pemerintah optimis defisit anggaran pada tahun 2004 tidak akan membengkak dari angka semula sebesar 1,2 persen dari PDB atau sekitar Rp 24,5 triliun. Pemerintah masih memiliki cukup dana untuk menyerap membengkaknya anggaran akibat melonjaknya asumsi dasar harga minyak. "Kalau kita lihat setahun tidak ada masalah. Kami yakin defisit akan tetap sesuai rencana, yakni 1,2 persen dari PDB," kata Kepala Badan Analisa Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu di Gedung Depkeu, Jakarta, Kamis (22/7/2004).Disebutkan Anggito, pada semester I realisasi penerimaan sudah sesua rencana dan cukup bagus. Namun dari sisi belanja banyak sektor yang lebih cepat, terutama adanya faktor pembayaran subsidi sehingga defisitnya lebih besar dari yang direncanakan pada semester I. Anggito mencontohkan setiap kenaikan harga minyak mentah US$ 10 per barel akan memberikan tambahan defisit Rp 1,6 triliun per tahun. Bahkan jika harga minyak naik terus hingga mencapai US$ 35 per barel maka defisit bisa membengkak sebesar Rp 1,9 triliun. "Tapi itu masih bisa kita serap dari cadangan umum. Cadangan kan ada dua, untuk bencana alam dan untuk cadangan jika terjadi pembengkakan dari asumsi dasar yang extra ordinary seperti sekarang ini," ujarnya.
(nit/)











































