Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan defisit diperkirakan lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yaitu berkisar 1,6 persen-1,7 persen PDB atau lebih rendah dari target dalam APBN-P 2011 sebesar Rp 150,83 triliun atau 2,1 persen PDB.
"Tapi kayanya lebih rendah dari itu (1,6 persen), tapi di atas 1,5 persen," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (27/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Agus Suprijanto mengungkapkan posisi APBN-P 2011 pada akhir pekan lalu telah mengalami defisit sekitar 0,5 persen PDB. Namun dia belum merinci lebih detail realisasi penerimaan, belanja, dan pembiayaan negara terkini.
"Defisit sudah 0,5 persen pekan lalu, sekitar tanggal 21 Desember ya," pungkasnya.
Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara per 30 November, penyerapan anggaran belanja modal baru Rp 65 triliun atau 47,3% dari pagu Rp 140,95 triliun. Relisasi tersebut jauh di bawah belanja pegawai, yang mencapai Rp 158,9 triliun (86,9%) dan belanja barang Rp 84,9 triliun (59,5%).
Secara keseluruhan, penyerapan anggaran belanja negara selama 11 bulan pelaksanaan APBN sebesar Rp1.001,2 triliun (75,8% dari pagu). Pencapaian itu tidak sebanding dengan pendapatan negara yang terkumpul Rp 1.022,9 triliun (87,4% dari target), sehingga ada surplus Rp 21,7 triliun. Padahal untuk menambal defisit, pemerintah sudah menarik utang Rp 97,4 triliun (64,6% dari target).
(nia/dru)










































