Belanja Negara Melempem, Defisit APBN Dibawah Target

Belanja Negara Melempem, Defisit APBN Dibawah Target

- detikFinance
Selasa, 27 Des 2011 18:23 WIB
Belanja Negara Melempem, Defisit APBN Dibawah Target
Jakarta - Pemerintah memperkirakan realisasi defisit anggaran negara tahun ini sekitar 1,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Perkiraan tersebut lebih rendah dari estimasi sebelumnya 1,6-1,7 persen maupun dalam APBN-P 2011 sebesar 2,1 persen. Hal tersebut dikarenakan realisasi belanja di bawah target.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan defisit diperkirakan lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yaitu berkisar 1,6 persen-1,7 persen PDB atau lebih rendah dari target dalam APBN-P 2011 sebesar Rp 150,83 triliun atau 2,1 persen PDB.

"Tapi kayanya lebih rendah dari itu (1,6 persen), tapi di atas 1,5 persen," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (27/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu terjadi karena daya serap anggaran belanja negara tidak sebanding dengan penerimaan negara yang semakin mendekati sasaran.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Agus Suprijanto mengungkapkan posisi APBN-P 2011 pada akhir pekan lalu telah mengalami defisit sekitar 0,5 persen PDB. Namun dia belum merinci lebih detail realisasi penerimaan, belanja, dan pembiayaan negara terkini.

"Defisit sudah 0,5 persen pekan lalu, sekitar tanggal 21 Desember ya," pungkasnya.

Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara per 30 November, penyerapan anggaran belanja modal baru Rp 65 triliun atau 47,3% dari pagu Rp 140,95 triliun. Relisasi tersebut jauh di bawah belanja pegawai, yang mencapai Rp 158,9 triliun (86,9%) dan belanja barang Rp 84,9 triliun (59,5%).

Secara keseluruhan, penyerapan anggaran belanja negara selama 11 bulan pelaksanaan APBN sebesar Rp1.001,2 triliun (75,8% dari pagu). Pencapaian itu tidak sebanding dengan pendapatan negara yang terkumpul Rp 1.022,9 triliun (87,4% dari target), sehingga ada surplus Rp 21,7 triliun. Padahal untuk menambal defisit, pemerintah sudah menarik utang Rp 97,4 triliun (64,6% dari target).

(nia/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads