Pengusaha Anggap Target Pertumbuhan 2012 Terlalu Tinggi

Pengusaha Anggap Target Pertumbuhan 2012 Terlalu Tinggi

- detikFinance
Rabu, 28 Des 2011 11:53 WIB
Pengusaha Anggap Target Pertumbuhan 2012 Terlalu Tinggi
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pesimis dengan target pertumbuhan ekonomi tahun 2012 yang dipatok pemerintah sebesar 6,7%. Pemerintah terlalu percaya diri mematok pertumbuhan sebesar itu saat dunia dihadapi krisis.

"Kadin memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2012 sedikit mengalami penurunan pada kisaran 6,2 sampai 6,4%. Jika pemerintah tidak melakukan antisipasi terhadap krisis global, maka dampaknya akan lebih berat terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga pertumbuhan ekonomi 2012 akan cenderung lebih rendah lagi," kata Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto di Hotel JW. Marriot, Rabu (28/12/2011)

Wakil Ketua Umum Bidang Infrastruktur, Konstruksi dan Properti, Zulkarnain Aries juga mengatakan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tidak berjalan secara maksimal pada tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika tidak ada pembenahan infrastruktur maka tahun 2012 MP3EI juga tidak akan mengalami kemajuan sehingga pertumbuhan ekonomi yang diharapkan tidak akan tercapai.

"Infrastruktur kita ini sangat parah, MP3EI tidak berjalan maksimal di 2011 karena banyak hambatan. Bila tidak segera di atasi maka 2012 juga tidak bisa dilaksanakan. Bayangkan panjang jalan tol kita hanya 700 Km, di China sudah sampai 10.000 Km dan Malaysia sudah 4000 Km padahal kita mulai tahun 1983," katanya.

Selain mengeluhkan soal infrastruktur, Zulkarnain juga mengeluh mengenai perbankan yang tidak memihak. "Perbankan tidak memihak, termasuk bank-bank yang harusnya menjadi penopang kita," ujarnya.

Kadin juga menghimbau agar aturan-aturan yang telah disetujui segera terealisasi. Sehingga investasi yang akan masuk bisa terwujud. "Aturan segera turun agar investasi aman dan juga ego sektoral dari 1 kementerian ke kementerian lainnya dapat diredam," ujarnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads