"Ini kan teknologi. Dan dalam perjanjian yang memenangkan tender adalah Bank Mandiri. Namun bisa dengan bank lain," ujar Direktur Operasi JSMR, Adityawarman di kantornya, Taman Mini, Jakarta, Kamis (29/12/2011).
Ia menambahkan, E-Toll Pass yang terpasang selama ini memiliki empat slot, sehingga masih ada tiga bank lagi yang bisa dilibatkan untuk pemasaran E-Toll Card lebih luas ke masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini mau masuk jalan tol saja sudah antri. Meski antri tidak boleh panjang. Komitmennya adalah tidak boleh antri, tapi sudah diciptakan e-pass. Problemnya adalah Bank Mandiri menang tender, sehingga tergantung Bank Mandiri," ucaap Dahlan waktu itu.
Kritikan ini disambut positif Jasa Marga. Bagi Adit, teknologi ini baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Sangat sayang jika pengololaan oleh bank ditutup-tutupi.
"Maksud pak Dahlan, kenapa teknologi ditutupi. Kalau mau dikelola Mandiri saja, effort mereka apa? Makanya bisa oleh bank lain, melakukan co-branding. Tapi dipegang Mandiri," imbuhnya.
Untuk itu ada PR besar bagi Bank Mandiri pekan depan. Yakni mereka harus menganalisa estimasi jumlah e-toll pass yang bisa diakumulasi untuk mengatasi kemacetan di pintu tol.
"Sekarang logika dibalik. Agar pintu tol nggak ada antrian panjang, harus berapa ratus ribu orang yang gunakan toll pass? Minggu depan keluar. Selasa depan, mereka akan laporkan rasio, harus berapa?," pungkas Dahlan.
(wep/hen)











































