Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dalam Jumpa Pers Akhir Tahun, Jakarta, Kamis (29/12/2011)
"Pemerintah menargetkan 2012 sebanyak 8 juta wisman akan mengunjungi Indonesia dan menghasilkan devisa sekitar US$ 8,96 miliar sementara untuk wisatawan nusantara sebesar Rp 171,5 triliun," kata Mari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meningkatnya perolehan devisa pariwisata tahun ini seiring dengan meningkatnya pengeluaran wisman dari US$ 1.085,75 di tahun 2010 menjadi US$ 1.118,26 per orang per kunjungan tahun ini" tambah Mari
Peningkatan pengeluaran wisata juga terjadi pada wisatawan nusantara. Tahun 2010 pengeluaran rata-rata Rp 641 ribu meningkat menjadi Rp 662 ribu per orang per perjalanan di tahun 2011.
"Pada triwulan ketiga (estimasi) tahun ini pengeluaran wisnus mencapai Rp 114,64 triliun dari 172,994 juta perjalanan, dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 150,41 triliun" katanya
Mari juga yakin bahwa tahun 2012 pariwisata akan tetap tumbuh dengan bercermin pada krisis 2009 lalu.
"Ketika tahun 2009 lalu terjadi krisis ekonomi global,sektor pariwisata di Indonesia tetap tumbuh meski jumlahnya sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa pariwisata tahan terhadap krisis dan dapat menjadi sabuk pengaman perekonomian nasional," tambahnya
(dru/ang)











































