Mumpung Investment Grade, Pemerintah Tetap Ngutang di 2012

Mumpung Investment Grade, Pemerintah Tetap Ngutang di 2012

- detikFinance
Jumat, 30 Des 2011 17:25 WIB
Mumpung Investment Grade, Pemerintah Tetap Ngutang di 2012
Jakarta - Pemerintah tetap akan berutang dalam membangun ekonomi nasional. Tahun depan, fokus pemerintah adalah dengan melakukan pembiayaan kembali (refinancing) untuk mendapatkan bunga yang lebih rendah.

"Utang tidak bisa dihindari, masih dipakai," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dalam penutupan perdagangan saham di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/12/2011).

Pemerintah berharap dengan kenaikan rating menjadi investment grade oleh Fitch, arus modal asing semakin besar. Akibatnya, tekanan untuk menurunkan tingkat bunga dapat terealisir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan rating baik, kalau pinjaman dengan bunga lebih murah, refinancing, untuk menggantikan bunga yang lebih mahal," tambahnya.

Ia menjelaskan, tahun ini yield pinjaman pemerintah dapat terjaga pada level 4%, lebih rendah dari 2010 8%. "Dengan tahun ini pinjaman 4%, maka akan ciptakan struktur (pinjaman) yang lebih baik," tegasnya.

Agus pun percaya, rating investment grade dari Fitch menjadi pemicu banyaknya penawaran pinjaman luar negeri. Namun pemerintah tidak akan mudah mengambilnya.

"Pinjaman luar negeri tidak mengikat. Kita jaga total debt to GDP rendah," tegasnya.

Debt to GDP yang selama ini rendah, juga menjadi terbukti mempertahankan ekonomi bangsa dari ancaman krisis. "Ini pilar yang menjaga Indonesia. Institusi ataupun negara, memang yang nilai utang besar akan tidak independen. Sulit untuk menjaga dirinya. Ini menjadikan daya tahan yang lebih baik," ucap Agus.

Dalam kebijakan fiskal, pemerintah juga terus menjaga penerimaan negara, seperti dari pajak, cukai, ataupun non pajak. Khusus pajak, pemerintah terus melakukan program intensifikasi dan ekstensifikasi.

"Kami siap lanjutkan reformasi di Kementrian. Tahun 2011 saja, konsolidasi, 2 hari lalu 96% dari anggaran. Dan akhir tahun mudah-mudahan lebih baik dari 96%," jelasnya.

(wep/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads