Ia mencontohkan, masyarakat di kampung Cirendeu, Cimahi, Jawa Barat, tetap sehat meski mengkonsumsi ubi dan singkong. Mereka pun hidup sejahtera.
Ia sendiri juga mencoba belajar mengubah konsumsi nasi menjadi singkong atau ubi. "Saya saja pagi-pagi itu makan singkong atau ubi. Lalu siangnya makan nasi merah,"kata Gita di kantornya Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (30/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan pola makan penting dan berguna. Karena masyarakat tidak lagi tergantung pada beras, dan pemerintah tidak lagi perlu selalu impor beras untuk menutupi kebutuhan dalam negeri.
"Perubahan pola konsumsi ini saya sangat serius. Konsumsi beras kita itu 140 kg per orang per tahun, sedangkan Thailand dan Vietnam itu hanya setengahnya, 70 kg per orang per tahun. Terutama untuk beras dan gula, kita harus rubah pola konsumsi yang tinggi itu menjadi rendah." tegas Gita.
(wep/wep)










































