Demikian disampaikan Plt Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (2/1/2012).
Khusus selama bulan November 2011, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 16,92 miliar atau naik 8,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2010. Namun, angka tersbut mengalami turun 0,2 persen jika dibandingkan bulan Oktober 2011. Untuk ekspor non migas sebesar US$ 13,74 miliar, sementara migas senilai US$ 3,19 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk ekspor nonmigas pada Januari hingga November totalnya USD 148,45 miliar," jelasnya.
Suryamin menyatakan ekspor terbesar masih komoditas Bahan bakar Mineral senilai US$ 24,66 miliar dan lemak serta minyak hewan nabati sebesar US$ 19,72 miliar.
Sementara negara terbesar tujuan ekspor yaitu China senilai US$ 19,45 miliar, Jepang US$ 16,74 miliar, Amerika Serikat US$ 14,4 miliar, ASEAN US$ 29,69 miliar dan Uni Eropa US$ 18,75 miliar.
Nilai Impor
Untuk nilai impor pada bulan November tercatat sebesar US$ 15,4 miliar atau naik 18,37 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2010, tetapi mengalami penurunan sebesar 0,88 persen dibandingkan Oktober. Untuk nilai impor kumulatif, total impor Januari November sebesar US$ 160,96 miliar atau naik 31,38 persen dari nilai impor tahun 2010.
Komoditas impor terbesar masih mesin dan peralatan mekanik senilai US$ 22,21 miliar dan mesin serta peralatan listri senilai US$ 16,6 miliar. Negara pengekspor terbesar masih China dengan nilai US$ 23,15 miliar, Jepang US$ 17,46 miliar, Singapura US$ 9,55 miliar, ASEAN US$ 27,19 miliar, Uni Eropa US$ 11,15 miliar.
"Impor terbesar masih bahan baku yaitu 74,14 persen, modal 18,23 persen, barang konsumsi 7,63 persen. Barang konsumsi ini naik dari 7,35 persen dibandingkan tahun 2010," jelasnya.
Dengan demikian, Suryamin menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada bulan November masih mencatatakan surplus sebesar US$ 1,53 miliar sehingga total surplus dari Januari hingga November sebesar US$ 25,14 miliar.
(nia/qom)











































