"Ini battle kita, ini yang harus kita sikat. Bersihkan," ungkap Hatta ketika ditemui usai pembukaan perdagangan saham di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (2/1/2011).
Menurut Hatta, para PNS korup sungguh merugikan negara. Hatta menyatakan akan menelusuri lebih jauh mengenai temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan maraknya korupsi masih menjadi penghambat dalam pertumbuhan ekonomi RI. Ia berharap tingkat korupsi dan penyimpangan bisa berkurang di tahun-tahun mendatang.
"Serta korupsi yang sayang sekali masih ada bocoran dan penyimpangan tahun ini. Kita harapkan berkurang di tahun mendatang," katanya dalam pidato usai membuka perdagangan saham perdana tahun ini.
Korupsi tersebut, kata SBY, hanya salah satu dari penghambat pertumbuhan ekonomi RI. Masih banyak hambatan lainnya, antara lain minimnya infrastruktur, rumitnya birokrasi, regulasi yang tidak pas, juga beberapa hambatan di daerah juga
Sebelumnya PPATK mengungkapkan, korupsi masih menjadi jawara dalam tindak pidana yang menyangkut keuangan negara. Selama 2011, Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 175 laporan dugaan tindak pidana korupsi.
Dari jumlah dugaan tindak pidana korupsi tersebut, ternyata sebanyak 50,3% dilakukan oleh PNS.
(dru/ang)










































