Sedangkan penduduk miskin paling sedikit ataupun paling rendah secara persentase berada di Pulau Kalimantan yakni hanya 971.880 jiwa (6,88%).
Demikian data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) per September 2011 sebagaimana disampaikan Plt Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (2/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Sumatera : 6.318.870 jiwa (12,2015)
- Jawa: 16.744.410 jiwa (12,09%)
- Bali dan Nusa Tenggara: 2.065.820 jiwa (15,46%)
- Kalimantan: 971.880 jiwa (6,88%)
- Sulawesi: 2.152.150 jiwa (12,17%)
- Maluku dan Papua: 1.637.000 jiwa (25,25%).
Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk.
(nia/qom)
