Seperti yang dikatakan oleh salah satu pegawai Kemendag tak mau disebutkan namanya, yang sudah berumur 56 tahun ini kepada detikFinance saat ditemui di lingkungan Kemendag, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Senin (2/1/2012)
"Kalau 600 itu sangat sulit, jangankan 500 untuk mencapai 300 saja saya sudah syukur. Kalau bagi yang muda-muda sih tidak apa-apa malah baguskan," ujarnya mengeluh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditempat yang sama, 3 orang PNS yang ditemui sudah berumur 30-35 tahun, juga mengaku sangat sulit untuk mencapai skor 600 walaupun ada pelatihan.
"Itu terlalu tinggi, sangat sulit 600. Walaupun ada pelatihan maunya tahunan nggak bisa bulanan, apalagi kalau 3 bulan nggak bisalah," ujar seorang dari mereka.
Sementara itu, salah seorang pegawai eselon mengaku tidak merasa kesulitan dengan skor TOEFL minimal 600 ini. "Biasa aja. Nantikan akan ada tes TOEFL serentak untuk eselon dan nantinya akan direview," ujarnya
Kemudian menurut pengakuan seorang pegawai PNS wanita lainnya, yang enggan menyebutkan nama, ternyata isu TOEFL 600 ini sudah berhembus sejak awal Gita Wirjawan menjabat.
"Semenjak Pak Gita ada disini sebulan kurang lah udah mulai ada kabar seperti itu," katanya
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mulai 2012 berencana akan meningkatkan jumlah pegawainya yang menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, melalui pencapaian skor TOEFL di atas 600. Tahap awal akan diberlakukan untuk 1.000 pegawai termasuk pejabat teras atas dari 3000-an lebih PNS di kemendag.
Rencananya kebijakan ini hanya diprioritaskan hanya kepada para PNS muda, sementara PNS yang masuk katagori eselon I akan dikecualikan. Gita akan melakukan pendidikan dan pelatihan khusus untuk mencapai target tersebut, seperti yang pernah ia lakukan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
(hen/hen)










































