Hal tersebut didorong oleh beberapa faktor antara lain ekspektasi kenaikan penghasilan dan ketersediaan lapangan pekerjaan di 2012.
"Optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian kedepan membaik, meskipun diikuti dengan meningkatnya tekanan harga," ungkap Bank Indonesia dalam Survei Konsumen Desember 2011 seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Senin (2/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI juga mencatat Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terhadap kondisi perekonomian pada 6 bulan mendatang meningkat sebesar 3,7 poin menjadi 127,9. Selain itu indeks keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini (IKE) juga mencatat perbaikan sebesar 1,0 poin dari 104,4 menjadi 105,4.
"Peningkatan IKK terjadi pada semua tingkat pengeluaran responden dengan kenaikan terbesar pada kelompok responden dengan pengeluaran antara Rp 3-5 juta per bulan," jelasnya.
"Dari sisi penopangnya, peningkatan 'kepedean' (sangat percaya diri) kondisi ekonomi didorong oleh optimisme ketersediaan lapangan pekerjaan yang diikuti kenaikan indeks penghasilan," tambah BI.
Namun, BI memberikan beberapa catatan survei konsumen di 2012 antara lain adanya kenaikan harga. Tekanan terhadap kenaikan harga pada 3 bulan dan 6 bulan kedepan diperkirakan akan meningkat. Terutama pada kelompok bahan makanan.
Selain itu kenaikan harga akan diakibatkan oleh meningkatnya permintaan konsumen terhadap makanan menjelang bulan Ramadan yang jatuh pada Juli 2012.
"Kenaikan indeks ekspektasi harga terjadi di 8 kota dari 18 kita dimana tertinggi di Banjarmasin dan diikuti oleh Bandar Lampung," tutup BI.
(dru/hen)










































