Kiat Dahlan Iskan agar 'Mesra' dengan Wakil Menteri BUMN

Kiat Dahlan Iskan agar 'Mesra' dengan Wakil Menteri BUMN

- detikFinance
Selasa, 03 Jan 2012 16:50 WIB
Kiat Dahlan Iskan agar Mesra dengan Wakil Menteri BUMN
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan memiliki resep tersendiri agar bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan Wakil Menteri BUMN Mahmudin Yasin. Ia juga menciptakan model komunikasi moderen dengan para pejabat eselon I di lingkungannya.

Dahlan mengaku sebelum dilantik sebagai menteri BUMN tidak mengetahui siapa yang akan menjadi wakilnya. Pertemuan pertama Dahlan dengan Yasin adalah saat pelantikannya 19 Oktober 2011 lalu. Dahlan pun mencoba akrab dengan Yasin dengan mengajaknya mengendarai mobil bersama dari kantor presiden ke kementerian BUMN.

"Setelah pelantikan, Pak Yasin saya ajak, sama istrinya, saya sama istri, ayo pak kita naik mobil bersama. Saya yang nyetir waktu itu, Pak Yasin di sebelah saya, dan istri-istri di belakang," ujar Dahlan dalam wawancaranya dengan detikcom di Jakarta, Senin (2/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahlan Iskan memang ketika itu datang ke kementerian BUMN dengan menyetir sendiri mobil Mercy miliknya setelah acara pelantikan di Istana Kepresidenan menuju ke kantor kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan yang berjarak sekitar 1 Km.

Dalam kesempatan tersebut, Dahlan mengaku dirinya berbicara dengan Yasin soal sikapnya yang selalu mencela kepala daerah yang bertengkar dengan wakilnya. Dahlan mengaku tak mau mengalaminya.

"Saya bilang sama Pak Yasin, Pak saya inikan selalu mencela kepala daerah yang bertengkar dengan wakil kepala daerah. Bahkan di Jawa Tengah itu baru 2 bulan sudah bertengkar. Saya bilang begitu. Aku nggak mau seperti itu, saya nggak mau malu, orang kok bertengkar dengan wakilnya. Nah supaya tidak terjadi seperti itu, sekarang Pak Yasin maunya apa, saya ikuti," urai Dahlan.

Dahlan pun mengapresiasi Yasin yang justru memasrahkan keputusan di BUMN di tangan Dahlan sebagai menteri. Dengan sikap Yasin tersebut, Dahlan mengaku jadi enak melangkah untuk memimpin kementerian BUMN.

"Enak, dengan sikap dasar seperti itu. Karena itu saya putuskan begini, saya nanti akan lebih memerankan diri sebagai CEO, atau sebagai Chairman-CEO. Bukan Presiden Direktur-CEO, beda. Itu punya power tetapi tidak terlalu mengatur. Kalo Presiden Direktur-CEO, sampai pelaksanaan harus ikut melakukan. Saya kira-kira akan memerankan sebagai Chairman-CEO. Dan Pak Yasin akan memerankan sebaliknya. Atau dengan kata lain, saya akan jadi gasnya, Pak Yasin jadi remnya," urainya.

"Atau dalam bahasa lain lagi, saya bertugas memajukan BUMN ini, menstimulir mereka supaya maju, Pak Yasin mengurus corporate government nya. Sehingga pembagian tugas itu menjadi enak, dan saya sangat menikmati itu, sehingga saya nggak terlalu mengurus administrasi, nggak mengurus mutasi, saya lebih bisa menggerakkan dari skala yang lebih besar," tambahnya lagi.

Dalam memimpin kementerian BUMN yang membawahi ratusan BUMN, Dahlan juga mengaku tak mau menerapkan manajemen 'memanggil'. Dahlan justru yang bergerak mendatangi kantor-kantor BUMN agar tahu suasana dan kultur kerja di BUMN bersangkutan.

"Supaya kalau saya mau menggerakkan mereka saya tahu, kalau saya panggil mereka ke kementerian, ya saya tidak tau suasana kerja mereka sepert apa. Sehingga Pak Yasin selalu di kantor, saya hampir di luar kantor," jelasnya.

Khusus untuk pejabat eselon I BUMN, Dahlan mengaku menggunakan teknologi di BlackBerry Messanger (BBM) Grup untuk memudahkan komunikasinya,

"Saya punya grup BlackBerry. Jadi saya, Pak Yasin, kemudian seluruh Eselon 1 punya satu grup BB sehingga kita selalu terhubung," jelas menteri yang sedang naik daun ini.



(qom/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads