"Krisis Eropa kita masih pantau. Kita mitigasi. Tidak panik, tapi kita siapkan diri apapun yang terjadi di sana," kata Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati di kantornya, di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/1/2012).
Anny menambahkan, ekonomi Eropa belum pulih benar. Ia pun setuju krisis lebih buruk di benua biru masih akan terkadi di awal 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Catatan, China pasti akan produksi. Hingga ada potensi barang (impor) masuk. Domestik apa siap kompetisi? Ekonomi dunia turun, hingga demand (permintaan) turun. Ekspor terpengaruh. Harus diserap domestik. Ini harus diantisipasi segera," tutur Anny.
Meski potensi penurunan ekspor terjadi, target pertumbuhan ekonomi versi pemerintah tahun ini tetap 6,7%. "Harus diupayakan. Niat jangan dikurang-kurangi. Upayanya yang didorong," imbuhnya.
(wep/dnl)











































