Demikian keterangan realisasi APBN-P 2011 yang dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Kamis (5/1/2012).
"Realisasi pembayaran bunga utang Rp 93,3 triliun (87,5% dari pagu), antara lain berkaitan dengan lebih rendahnya tingkat bunga SPN (surat perbendaharaan negara) 3 bulan, penghematan beban bunga akibat pengurangan target penerbitan SBN (surat berharga negara) dan lebih rendahnya penarikan pinjaman luar negeri," demikian isi keterangan Kemenkeu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun realisasi pembiayaan anggaran tersebut terdiri dari:
- Realisasi pembiayaan dalam negeri mencapai Rp 148,5 triliun atau 96,7% dari target APBN-P 2011 sebesar Rp 153,6 triliun. Hal ini terutama disebabkan karena pengurangan target penerbitan SBN neto sebesar Rp 6,6 triliun, lebih rendahnya penarikan utang dalam negeri, dan tidak adanya realisasi untuk kewajiban penjaminan.
- Realisasi pembiayaan luar negeri mencapai negatif Rp 19,2 triliun, lebih rendah Rp 16,4 triliun dari target APBN-P 2011 sebesar negatif Rp 2,8 triliun. Hal ini terutama berkaitan dengan pembatalan penarikan pinjaman program Low Carbon and Resilient Development Program, lebih rendahnya penarikan pinjaman proyek, dan lebih rendahnya penarikan penerusan pinjaman.
Jika dibandingkan dengan jumlah utang di Desember 2010 yang sebesar Rp 1.676,85 triliun, jumlah utang hingga November 2011 bertambah Rp 140 triliun. Secara rasio terhadap PDB, utang RI juga naik dari 27,5% pada Oktober 2011 menjadi 28,2% pada November 2011.
(dnl/hen)










































