Demikian diungkapkan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat ditemui detikFinance di kediamannya di kawasan Ketintang Baru Surabaya Minggu (8/1/2012).
Dahlan pun menceritakan terkait keinginan karyawan Merpati yang memilih harus kerja keras memperpanjang hidup maskapai plat merah itu. Tapi, Dahlan juga meminta hasil kerja keras karyawan sebagai bukti Merpati masih bisa hidup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau masih rugi, lanjutnya, asal bukan di segi operasional. Misalnya bunga yang masih tinggi ditambah beban masa lalu itu masih bisa diterima.
Lagipula, dana pemerintah sebesar Rp 561 miliar yang digunakan untuk menginjeksi Merpati belum tentu berhasil. Bahkan, dalam kesempatan beberapa waktu lalu Dahlan sempat mengutarakan dana sebesar itu lebih baik dimanfaatkan untuk membeli lahan sawit. Pembelian lahan sawit dinilai lebih berprospek ketimbang kelangsungan hidup Merpati.
"Nggak ada jaminan, dengan uang itu merpati bisa hidup," terangnya.
Kalau setiap karyawan Merpati mendapat lahan sawit 2 hektar saja, lanjutnya, itu bisa menjadi tolak ukur kesejahteraan karyawan. "Tapi mereka (karyawan, Red) yakin, dengan kerja keras Merpati bisa hidup. Ya sudah, kita tinggal menunggu hasilnya setahun ke depan," pungkasnya.
Sebelumnya, Dahlan sempat mengusulkan untuk menutup Merpati. Pasalnya, setelah disuntik dana oleh pemerintah sampai kini tidak banyak perubahan.
Usulan itu disampaikan Dahlan dalam rapat bersama manajemen dan komisaris maskapai plat merah itu akhir pekan lalu. Komisaris Utama Merpati M. Said Didu yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan, manajemen masih percaya Merpati bisa berkembang.
(dru/dru)











































