Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) seperti dikutip detikFinance, Minggu (8/1/20120) dari Januari hingga November 2011 sebanyak 39,9 ribu ton minyak goreng dengan nilai US$ 51,3 juta minyak goreng asal Malaysia yang masuk ke Indonesia. Rata-rata setiap bulannya minyak goreng yang masuk dari negeri jiran ini sekitar 1,5 ribu ton dengan nilai US$ 2,5 juta.
Sementara ada negara lain yang merupakan negara pengekspor minyak goreng ke Indonesia, antara lain Thailand dengan impor minyak goreng sebanyak 642 ton dengan nilai US$ 1 juta, Singapura 488 ton dengan nilai US$ 929 ribu, Korea Selatan 230 ton dengan nilai US$ 487 ribu, Amerika Serikat 239 ton dengan nilai US$ 481 ribu, dan negara lainnya 309 ton dengan nilai US$ 606 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya minyak goreng, rupanya Indonesia sebagai negara penghasil kelapa sawit juga mengimpor kelapa sawit. Dari data BPS, Indonesia sempat mengimpor kelapa sawit pada awal tahun 2011, meskipun pada bulan Oktober dan November tidak ada impor komoditas ini.
Total impor kelapa sawit hingga November 2011 sebanyak 51,2 ton dengan nilai US$ 1,9 juta. Negara pengekspor kelapa sawit terbanyak adalah India dengan total 38,9 ton dengan nilai US$ 19,9 ribu dan Papua Nugini dengan total impor kelapa sawit sebanyak 7,4 ton dengan nilai US$ 1 juta.
(nia/dru)










































