Pembangunan 12 Pulau Terluar akan Dikebut

Pembangunan 12 Pulau Terluar akan Dikebut

- detikFinance
Senin, 09 Jan 2012 16:36 WIB
Pembangunan 12 Pulau Terluar akan Dikebut
Jakarta - Indonesia saat ini memiliki 92 pulau kecil terluar/terdepan, dan baru 31 pulau yang dihuni dan itupun kondisinya masih serba terbatas. Rencananya ada sebanyak 12 pulau itu akan dikebut pembangunannya oleh pemerintah.

"Sesuai arahan Pak Menteri (Menteri Kelautan dan Perikanan) selama 3 tahun dari 2011-2014, ada 12 pulau terluar dapat diselesaikan akselerasi pembangunannya," kata Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Sudirman Saad disela-sela MOU antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Kelutan,Pesisir dan pulau-pulau Kecil dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dikantornya, Jl Medan Merdeka Timur, Senin (9/1/2012

Sebanyak 12 pulau tersebut antaralain, Pulau Sebatik, Pulau Nusakambangan, Pulau Miangas, Pulau Enggano, Pulau Marapit, pulau Linggayan, Pulau Maratua, Pulau Wetar, Pulau Alor, Pulau Marore, Pulau Simuk dan Pulau Subi Kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau terluar dan Universitas Hasanudin Makassar akan bekerjasama untuk menjaga pulau terluar Indonesia salah satunya Pulau Sebatik, Kalimantan Timur.

"Tujuannya tidak lain adalah untuk mengembangkan potensi sumber daya alam dan manusia di pulau-pulau terluar di Indonesia. Apalagi disana umumnya masyarakat pada pulau-pulau kecil terluar masih tertinggal dan infrastruktur terbatas," katanya.

Ditambahkan Rektor Universitas Hasanudin, Idrus A Paturusi, ruang lingkup kerjasama Unhas dengan KP3K lebih kepada pemberdayaan masyarakat, Pengembangan kualitas lingkun dan konservasi, penataan ruang, pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana serta kerjasama lainnya.

"Kita juga berencana akan menurunkan para mahasiwa kita disana, mungkin seperti KKN," ujarnya.

Apalagi karena dipulau terluar tersebut sangat erat hubungannya dengan hukum internasional Unhas bisa memberi sedikit pengetahuan tentang berbagai macam persoalan antara negara di perbatasan.

"Kita tidak ingin kejadian yang tiddak mengenakan dulu yakni Sipadan dan Ligitan yang lepas dari bumi pertiwi Indonesia terulang pada pulau-pulau kecil terluar lainnya," tandas Idrus A Paturusi.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads