"Di daerah banyak saluran irigasi sengaja dibiarkan rusak, ini sebenarnya modus karena jika terus dibiarkan lahan irigasi tersebut bisa berubah fungsinya tidak lagi digunakan sebagai saluran irigasi tetapi dijadikan lahan pertanian," kata Menteri Pertanian Suswono, di Hotel Grand Hyatt, Selasa (10/1/2012).
Suswono ikut menyalahkan Pemerintah daerah yang membiarkan kondisi tersebut. Pasalnya perbaikan saluran irigasi tidak hanya tanggung jawab pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seolah-olah kata Suswono, Pemprov dan pemda lepas tanggan mengharapkan bantuan dana dari pusat. Namun jumlah dananya relatif tak mencukupi jika hanya mengandalkan dana dari pusat.
"Memang ada dana dari pusat, cuma tidak bisa semuanya, kan daerah juga punya tanggung jawab, kalau menunggu bantuan dari pusat ya keburu saluran irigasinya rusak dan beralih fungsi," jelasnya.
Padahal jika saluran irigasi yang mampu mengaliri lahan sawah seluas 7,2 juta hektare tersebut dapat berfungsi dengan baik, ada potensi 1 juta ton beras. "Inikan potensi dan sangat sayang kalau dibiarkan saja," ujarnya.
Dikatakannya pihaknya bersama Kementerian PU saat ini sudah merencanakan perbaikan saluran irigasi tersebut. "Datanya ada di PU, tapi kita sudah koordinasikan," tukasnya.
Seperti diketahui jaringan irigasi yang mengairi sawah seluas 3,2 juta hektare atau 45 persen dari total sawah irigasi di Tanah Air seluas 7,2 juta hektare mengalami kerusakan. Hal ini berdasarkan data Direktorat Irigasi dan Rawa Ditjen Sumber Daya Kementerian Pekerjaan Umum.
(hen/hen)










































